
lautandisplay.com – Memilih kertas untuk cetak brosur merupakan salah satu hal penting yang perlu diperhatikan sebelum membuat materi promosi. Jenis kertas yang digunakan dapat memengaruhi tampilan warna, ketajaman gambar, kesan profesional, hingga biaya produksi brosur.
Brosur masih menjadi media promosi yang banyak digunakan oleh perusahaan, toko, lembaga pendidikan, penyelenggara acara, hingga pelaku UMKM. Melalui brosur, informasi mengenai produk, layanan, harga, dan penawaran khusus dapat disampaikan secara ringkas kepada calon pelanggan.
Namun, hasil brosur yang menarik tidak hanya bergantung pada desain. Pemilihan bahan kertas juga perlu disesuaikan dengan tujuan promosi, jumlah informasi, teknik cetak, dan anggaran yang tersedia.
Lalu, apa saja jenis kertas yang cocok untuk mencetak brosur? Apakah art paper lebih baik daripada HVS atau matte paper? Simak penjelasan lengkap berikut ini.
Mengapa Pemilihan Kertas untuk Cetak Brosur Itu Penting?
Kertas merupakan salah satu elemen yang memengaruhi kualitas akhir brosur. Meskipun desain sudah dibuat dengan menarik, pemilihan bahan yang kurang sesuai dapat membuat hasil cetak tidak memenuhi harapan.
Berikut beberapa alasan mengapa pemilihan kertas perlu diperhatikan.
1. Memengaruhi Tampilan Warna dan Gambar

Permukaan kertas memiliki karakter yang berbeda-beda. Kertas dengan permukaan halus dan lapisan khusus, misalnya, dapat menghasilkan tampilan warna serta gambar yang berbeda dibandingkan kertas tanpa lapisan.
Jika brosur memuat banyak foto produk, ilustrasi, atau elemen visual berwarna, pemilihan kertas yang sesuai dapat membantu menghasilkan tampilan yang lebih menarik.
2. Menentukan Kesan Profesional

Ketebalan dan tekstur kertas turut memengaruhi kesan yang diterima pembaca. Brosur dengan bahan yang tepat dapat terlihat lebih rapi dan sesuai dengan karakter bisnis.
Misalnya, brosur promosi properti mungkin membutuhkan tampilan yang lebih premium, sedangkan brosur informasi acara sederhana dapat menggunakan bahan yang lebih ekonomis.
3. Memengaruhi Ketahanan Brosur

Brosur yang sering dibagikan atau disimpan oleh pelanggan mungkin membutuhkan kertas yang lebih tebal agar tidak mudah terlipat atau rusak.
Namun, kertas yang lebih tebal tidak selalu menjadi pilihan terbaik. Bahan tetap harus disesuaikan dengan bentuk brosur, jumlah halaman, dan tujuan penggunaannya.
4. Membantu Mengatur Anggaran
Setiap jenis kertas memiliki harga yang berbeda. Gramatur, ukuran, jumlah pesanan, dan teknik pencetakan juga memengaruhi biaya produksi.
Dengan memilih bahan yang sesuai kebutuhan, kamu dapat memperoleh brosur yang menarik tanpa mengeluarkan biaya berlebihan.
7 Jenis Kertas untuk Cetak Brosur yang Paling Umum Digunakan
Ada beberapa jenis kertas yang dapat dipilih untuk membuat brosur. Masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kegunaan yang berbeda.
1. Art Paper
Art paper merupakan salah satu jenis kertas yang populer untuk kebutuhan brosur berwarna. Permukaannya dilapisi sehingga relatif halus dan mampu menampilkan gambar serta warna dengan baik.
Kertas ini sering digunakan untuk brosur promosi produk, katalog singkat, materi pemasaran perusahaan, dan selebaran yang mengutamakan tampilan visual.
Kelebihan art paper:
- Cocok untuk mencetak gambar dan desain berwarna.
- Permukaannya halus dan terlihat rapi.
- Tersedia dalam beberapa pilihan gramatur.
- Dapat dipadukan dengan finishing tertentu, seperti laminasi, jika sesuai dengan spesifikasi bahan.
Kekurangan art paper:
- Permukaannya dapat terasa licin sehingga kurang ideal jika banyak informasi perlu ditulis langsung menggunakan pulpen.
- Versi dengan lapisan mengilap dapat menimbulkan pantulan cahaya.
- Biayanya bergantung pada gramatur, spesifikasi, dan jumlah pesanan.
Art paper cocok bagi kamu yang ingin membuat brosur promosi dengan foto produk yang menonjol.
2. Art Carton
Art carton memiliki permukaan berlapis yang menyerupai art paper, tetapi umumnya tersedia dalam gramatur lebih tinggi sehingga terasa lebih tebal dan kaku.
Bahan ini dapat digunakan untuk brosur premium, kartu promosi, lembar informasi produk tertentu, atau materi pemasaran yang membutuhkan kesan lebih kokoh.
Kelebihan art carton:
- Terasa lebih tebal dan kokoh.
- Cocok untuk desain berwarna.
- Memberikan kesan yang lebih eksklusif pada produk tertentu.
Kekurangan art carton:
- Dapat meningkatkan biaya produksi.
- Lebih kaku sehingga perlu mempertimbangkan desain lipatan.
- Tidak selalu diperlukan untuk brosur yang hanya akan dibagikan sekali.
Jika kamu ingin membuat brosur yang terasa lebih eksklusif, art carton dapat dipertimbangkan sesuai bentuk dan kebutuhan produk.
3. HVS
HVS merupakan kertas tanpa lapisan khusus yang umum digunakan untuk dokumen, fotokopi, dan kebutuhan cetak sehari-hari.
Untuk brosur, HVS dapat menjadi pilihan ekonomis ketika informasi lebih diutamakan daripada tampilan foto yang mengilap.
Kelebihan HVS:
- Cocok untuk materi yang dominan berisi teks.
- Permukaannya relatif mudah ditulisi.
- Tersedia dalam berbagai ukuran dan gramatur.
- Dapat menjadi pilihan untuk kebutuhan cetak sederhana.
Kekurangan HVS:
- Tampilan warna dan foto dapat berbeda dibandingkan kertas berlapis.
- Kertas dengan gramatur rendah cenderung lebih mudah kusut.
- Tidak selalu memberikan kesan premium untuk brosur yang mengutamakan visual.
HVS cocok untuk brosur informasi, pengumuman, panduan singkat, atau materi yang membutuhkan ruang untuk catatan.
4. Matte Paper
Matte paper memiliki permukaan dengan tampilan tidak terlalu mengilap. Bahan ini dapat memberikan kesan elegan dan nyaman dilihat karena pantulan cahayanya relatif lebih rendah dibandingkan permukaan glossy.
Jenis kertas ini cocok untuk brosur perusahaan, promosi layanan profesional, katalog produk, atau desain minimalis.
Kelebihan matte paper:
- Memberikan tampilan yang lebih lembut dan elegan.
- Mengurangi pantulan cahaya pada permukaan.
- Cocok untuk desain dengan kombinasi teks dan gambar.
Kekurangan matte paper:
- Warna dapat terlihat berbeda dibandingkan hasil cetak pada kertas glossy.
- Harga bergantung pada jenis dan spesifikasi bahan.
- Tidak semua jenis tinta dan teknik cetak menghasilkan karakter yang sama pada setiap permukaan matte.
Matte paper dapat menjadi pilihan jika kamu ingin brosur terlihat profesional tanpa efek mengilap yang dominan.
5. Glossy Paper
Glossy paper mengacu pada kertas dengan permukaan mengilap. Dalam praktik percetakan, karakter glossy biasanya berasal dari lapisan kertas atau finishing yang digunakan.
Bahan ini cocok untuk brosur yang mengutamakan foto, warna cerah, dan tampilan visual yang mencolok.
Kelebihan glossy paper:
- Membantu menghasilkan tampilan visual yang menarik.
- Cocok untuk foto produk dan desain penuh warna.
- Memberikan kesan bersih dan mencolok.
Kekurangan glossy paper:
- Pantulan cahaya dapat mengganggu keterbacaan dalam kondisi tertentu.
- Permukaan licin dapat menyulitkan penulisan langsung.
- Sidik jari atau goresan bisa lebih terlihat pada beberapa jenis permukaan.
Glossy paper dapat dipilih untuk promosi makanan, produk kecantikan, fesyen, dan berbagai kebutuhan pemasaran visual lainnya.
Yuk, Hubungi Kami untuk Informasi Lebih Lanjut
Butuh cetak kartu ucapan, undangan, atau kebutuhan printing lainnya?
Langsung hubungi WhatsApp Admin Lautan Display dan sampaikan kebutuhan cetak yang kamu inginkan.
Jadikan ucapan sederhana lebih berkesan dengan tampilan yang rapi dan personal bersama Lautan Display.





